Rumah Mungil nan ber-Estetika part 1

Siapa bilang rumah mungil susah untuk di ekspolore lebih dalam agar terlihat indah. Siapa bilang karena keterbatasan lahan maka aspek keindahan diabaikan. berikut sumbangsih contoh-contoh desain karya 4linked Architect yang mungkin bisa memberi inspirasi bagi pembaca yang mempunyai lahan atau ingin membangun rumah yang kecil namun tetap terlihat indah jika dilihat


MODERN MINIMALIS

Rumah type 36 (Yansen Oktanius, ST)

Konsep modern minimalis diterapkan pada fasade rumah type 36 ini. Penerapan konsep modern minimalis yang tidak banyak mengusung ornamen, memberikan kesan simpel namun estetis di tengah lahan yang tidak terlalu besar.

Untuk pemilihan warna pada fasade rumah yang tidak terlalu lebar dalam hal ini hanya sepanjang 6 meter, sebaiknya dipilih warna-warna netral seperti abu-abu dan putih  yang memberikan kesan bersih. Warna merah pada border jendela dan pada pilar depan hadir sebagai point of interest pada tatanan fasade rumah ini.

Pemberian tekstur garis horizontal pada dinding depan serta pada pilar memperkuat kesan modern minimalis. Penggunaan garis-garis horizontal sebagai tekstur pada fasade rumah ini juga berfungsi untuk memberikan kesan yang lebih ‘lebar’ pada fasade yang sempit.

Penggunaan material yang sederhana seperti beton sisir dengan finising cat warna abu-abu pada pilar depan memberikan hasil yang maksimal pada tampilan fasade namun tetap ekonomis.


INTROVERT FASADE

Rumah type 45 (Yansen Oktanius, ST)

Konsep desain yang diterapkan pada fasade rumah ini masih membawa spirit kontemporer / kekinian, dengan mengusung bentu-bentuk geometris sederhana. Pintu masuk utama sengaja dibuat agak tersembunyi. Posisinya yang tidak berhadapan langsung dengan jalan utama serta ditambah dengan deretan kolom-kolom yang menutupinya menjadikan rumah ini berkesan lebih introvet atau tertutup. Dinding depan dengan sedikit bukaan pada area entrance memperkuat kesan introvet rumah. Hal ini bertujuan untuk memberikan privasi tersendiri bagi penghuni rumah. Selain itu bentukan entrance yang demikian membuat ruang dalam menjadi lebih luas.

Permainan warna natural pada fasade rumah ini seperti kombinasi warna-warna kayu dan coklat dengan warna-warna netral (putih, abu-abu) memberikan kesan hangat pada fasade rumah.

Unsur estetik pada fasade dibentuk melalui permainan warna dan permainan garis baik itu horizontal (pada dinding depan) maupun vertikal (melalui deretan kolom-kolom) yang sekaligus memperkuat kesan kontemporer.

UNIQUELY HOOK

Rumah type 50 pojok (Yansen Oktanius, ST)

Rumah type hook atau pojok memiliki potensi lebih, dalam hal desain, karena memiliki dua fasade untuk didesain. Inilah yang coba diterapkan dalam desain rumah ini. Ide kali ini adalah membuat fasade dari atap dan dinding yang menyatu. Pada salah satu fasadenya, atap dibuat dengan kemiringan tertentu yang kemudian diteruskan ke bawah dan menjadi bagian dinding pada fasade depan rumah. Kemudian diberi bidang vertikal dengan warna merah sebagai penanda entrance utama bangunan. Posisi rumah type hook ini memungkinkan adanya pemisahan entrance antara entrance utama dan side entrance pada fasade bangunan yang lain. Hal ini memudahkan dalam pendaerahan ruang dalam rumah berdasarkan aktivitas penghuni.

Sedangkan sudut bangunan rumah didesain berbentuk geometri balok dengan jendela sudut dan dindingnya dibuat bertekstur garis horizontal. Pada bagian ini berfungsi sebagai ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Dengan lahan yang tidak terlalu luas, area kamar mandi dibuat menonjol dari massa bangunan serta diberi aksen pilar-pilar. Dinding kamar mandi yang menonjol pun dibuat miring dengan finishing kaca pada pertemuan atap dan dinding. Ini memberikan sensasi outdoor pada kamar mandi.

BREATHING ROOF

Rumah type 55 (Yansen Oktanius, ST)

Hunian tropis identik dengan hunian yang tanggap terhadap iklim. Hal tersebut yang coba untuk diterapkan dalam desain rumah ini. Konsep kontemporer dipresentasikan melalui bentuk-bentuk  geometri sederhana namun tetap tanggap terhadap iklim. Bentuk atap dibuat miring satu sisi dengan lubang-lubang ventilasi yang berfungsi sebagai sirkulasi udara ruang-ruang yang ada di bawahnya. Bentuk bukaan juga dibuat lebar terutama pada fasade depan berfungsi juga untuk memasukkan terang langit, sehingga dapat menghemat pemakaian lampu pada siang hari. Penggunaan sun screne pada fasade selain sebagai penyaring sinar matahari juga berfungsi sebagai unsur estetis pada fasade.

Teras depan dibuat menyatu dengan pintu samping dan hanya dipisahkan dengan dinding sepanjang setengah meter. Penyatuan area ini kemudian dipertegas dengan hadirnya dinding lengkung yang difinish batu alam yang ‘membungkus’ area depan rumah. Bentukan lengkung ini membuat kesan hunian menjadi lebih dinamis. Border dinding lengkung dengan warna merah menyala hadir sebagai vocal point pada fasade rumah.

BALI MODERN

Rumah type 60 (Yansen Oktanius, ST)

Arsitektur Rumah Bali yang poluler coba diangkat dalam desain rumah kali ini, namun tetap mengusung spirit modern. Di sini unsur-unsur arsitektur Bali hadir dalam bentukan ornamen  pada dinding depan dan siluet geometri pada teras entrance bangunan yang mengambil bentukan gerbang masuk pada arsitektur Bali yang dimodifikasi. Pemakaian batu alam pada dinding fasade bangunan memperkuat kesan natural yang selalu diusung arsitektur Bali. Sedangkan spirit modern ditampilkan melalui penggunaan material kaca pada pintu dan jendela, motif garis pada dinding pembatas rumah, serta bentukan bukaan pada dinding samping rumah dengan empat kolom kisi-kisi.

Pemilihan warna pada desain ini lebih kepada pemilihan warna-warna natural seperti coklat, abu-abu, krem, dan putih.

FASHION HOUSE

Rumah 2 lantai (Yansen Oktanius, ST)

Pola-pola atau pattern dalam dunia tekstil atau dunia fashion dapat menjadi sebuah inspirasi dalam mendesain sebuah arsitektur. Inilah yang coba diterapkan dalam desain rumah dua lantai ini. Mengambil gaya arsitektur kontemporer, menjadikan tampilan bangunan menjadi simpel namun menarik. Salah satu dinding pada fasade rumah diberi pola garis-garis lengkung dengan warna coklat seperti pola pada tekstil yang sekaligus menjadikannya sebagai vocal point pada fasade. Bentukan yang sederhana dan terkesan polos dipadu dengan kombinasi warna putih dan abu-abu memberikan kesan ‘clean’ pada fasade rumah.

Area pada lantai satu difungsikan untuk aktivitas harian penghuni. Pada lantai satu ini terdapat ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dan ruang tidur tamu. Lemari display diletakkan antara ruang tamu dan ruang keluarga yang berfungsi sekaligus sebagai sekat ruangan. Sedangkan pada lantai dua terdapat ruang tidur utama, ruang tidur anak, dan ruang keluarga. Bentuk atap dibuat miring dengan lubang ventilasi guna memperlancar sirkulasi udara dalam rumah.


About these ads

5 thoughts on “Rumah Mungil nan ber-Estetika part 1

  1. I’ve been exploring for a bit for any high quality articles or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this web site. Reading this info So i’m happy to convey that I have an incredibly good uncanny feeling I discovered just what I needed. I most indubitably will make sure to don?t fail to remember this site and provides it a look on a constant basis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s