Rumah Mungil nan ber-Estetika part 2

Posting kali ini akan menampilkan alternatif desain lain untuk rumah mungil..semoga menambah referensi bagi pembaca untuk desain rumah.

Minimalis House

Rumah tipe 36(I Nyoman Sunartha, ST)

Bentuk dan dimensi layout memiliki potensi yang memberikan sentuhan kesederhanaan desain. Permainan bentuk jendela selain mempercantik tampilan rumah juga memberikan pencahayaan alami pada ruang di dalamnya. Cahaya alami bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penerangan rumah, terutama siang hari. Karena tak perlu lagi menyalakan lampu pada siang hari maka otomatis menghemat pemakaian listrik pada hunian

Contemporer House

Rumah Tipe 40

Rumah bertipe kecil belum tentu tidak dapat diolah dari sisi arsitektur ataupun fasadenya. Konsep fasade pada rumah tipe 40 ini adalah permainan motif batu alam. Rumah yang menghadap arah terbit dan tenggelamnya matahari di siasati dengan pengolahan dinding pada teras sehingga tercipta bayangan sehingga ruangan di dalam tidak panas akibat dari efek sinar matahari. Selain itu maksud dari pemberian elemen batu alam yaitu batu candi akan memberikan kesan dingin dan bersahabat pada lingkungan.

Kolom pagar juga menggunakan susunan batu andesit agar tampak menyatu dengan bagunannya selain itu memberikan efek tekstur yang indah jika diberi lampu spotlight. Image hunian tengah kota yang sejuk, sekaligus modern.

Menyiasati penggunaan lahan yang terbatas untuk membangun hunian menjadi tantangan yang banyak dihadapi oleh seorang arsitek maupun desainer interior. Dalam mendesain lahan yang terbatas ini ingin menunjukkan sisi kreasi desain namun juga mampu mengekspresikan gaya hidup dan kebutuhan ruang pemilik rumah.

Art House

Rumah tipe 45(I Nyoman Sunartha, ST)

Desain simpel tanpa artikulasi material beragam cukup optimal untuk menghadirkan ekspresi minimalis-modern. Tatanan batu susun sirih pada dinding luar kamar tidur yang dipadukan kaca tanpa bingkai memberikan pencahayaan alami namun dengan cara yang tidak seperti pada jendela pada umumnya. Aksen dinding dari bahan metal berwarna merah yang diberi lampu backlight menjadikan dinding lebih berkesan estetis sebagai vocal point. Nuansa warna putih dan abu-abu serta pemakaian batu alam memberikan kesan dingin pada hunian.

Bukaan kaca pada dinding kamar tetap memperhatikan panas sinar matahari yang masuk, karena desain bukaan kaca tersebut tetap ternaungi oleh teritisan yang cukup panjang untuk menghindari panas matahari berlebih. Elemen yang menonjol pada hunian ini adalah bentuk pilar yang tidak seperti pada umumnya sebuah pilar yang dipadukan dengan motif garis.

Red House

Rumah tipe 54(I Nyoman Sunartha, ST)

Rumah tipe 54 yang meskipun terlihat sederhana jika dilihat dari penataan ruang namun masih bisa menunjukkan ide desain pada fasade yang tidak monoton. Dinding teras dihias dengan ”permainan” warna cat dinding yang cerah sehingga menjadi sebuah Vocal Point pada rumah tersebut. Wujud bangunan dirancang mengacu pada prinsip bangunan minimalis seperti elemen geometris, pemakaian batu alam pada dinding serta sun screen sebagai penahan panas matahari dari besi hollow.

Dengan maraknya pembangunan sarana modern dan bisnis terpadu, membuat lahan untuk pembangunan rumah menjadi terbatas khususnya di tengah kota. Konsep hunian yang bisa menjadi bangunan tumbuh sering menjadi suatu solusi bagi pemilik rumah yang memiliki dana terbatas. Hal ini dapat disiasati dengan penataan ruang pada rumah ini yang memungkinkan untuk diperluas ke bagian belakang.

Penataan ruang meskipun bukan rumah yang luas tetap memperhatikan sirkulasi serta fengshui seperti pintu utama tidak menghadap ke kamar mandi, tangga, pintu lain dan dinding bercermin.sedangkan bagian tengah rumah  mewakili keberuntungan dalam keluarga. Kegiatan keluarga, seperti nonton TV atau bermain di ruang tengah akan menciptakan energi fengshui yang baik. Kesimpulannya penataan desain yang mengacu pada pemanfaatan ruang secara tepat dapat membuat hunian terasa nyaman.

Hook House

Rumah tipe hook(I Nyoman Sunartha, ST)

Massa bangunan berarsitektur modern tropis berdiri pada skala ruang yang ideal untuk sebuah rumah tinggal. Rumah tipe hook mempunyai kelebihan yaitu 2 sisi rumahnya dapat diolah sehingga menampilkan arsitektur yang menarik. Jika dilihat dari denah rumah ini juga memiliki taman di dalamnya sehingga memberikan sirkulasi udara yang cukup baik di dalam ruang keluarga. Detail elemen eksterior bangunan menjadi bagian dari pengolahan elemen hard material seperti terlihat pada pemakaian rooster pada dinding dapur. Pengolahan massa pada ruang dapur dibuat tinggi seperti menara, selain sebagai elemen estetis juga mempunyai fungsi sebagai sirkulasi udara pada dapur.

Penggunaan warna natural seperti warna krem, putih dan coklat untuk menguatkan kesan tropis sesuai dengan tema pada rumah ini. Area ruang makan mempunyai bukaan pintu sliding kaca untuk mendapatkan view ke arah luar sehingga jika dilhat dari dalam ruang akan terasa luas. Selain itu pada teras depan ruang makan terdapat kolam ikan dibawahnya sehingga elemen air, udara, cahaya dan elemen hijau telah tercakup dalam hunian ini. Secara keseluruhan pembagian ruang pada bangunan ini yang proporsional, serta sirkulasi udara yang alami mendukung sebuah hunian yang ideal, nyaman dan asri.

Retro House

Rumah 2 lantai (I Nyoman Sunartha, ST)

Hunian bergaya retro. Itulah konsep yang dihadirkan pada fasade bangunan ini. Gagasan mengenai tampilan fasade ini berawal dari kebosanan terhadap bentuk minimalis, pemilihan gaya retro ini memiliki nilai nostalgia sendiri bagi penghuni. Konsep bangunan secara umum adalah informal dan eye catching. Pertemuan antara dinding vertikal dengan dak beton horisontal tidak membentuk sudut 90º namun lengkung. Permainan motif batu alam pada fasade serta motif sayatan acak berwarna merah memberikan kesan kontras pada fasade bangunan.

Penciptaan permainan ketinggian massa bangunan pada fasade agar memiliki nilai estetis. Penataan desain yang mengacu pada pemanfaatan ruang secara maksimal dapat membuat hunian terasa nyaman, hal ini terlihat pada pemanfaatan ruang di bawah tangga untuk kamar mandi.

Pembagian zona secara umum yaitu lantai 1 sebagai area publik. Sedangkan area privat terdapat di lantai 2 yang terdapat 3 kamar tidur dan ruang keluarga serta balkon yang menghadap ke taman belakang

About these ads

13 thoughts on “Rumah Mungil nan ber-Estetika part 2

  1. saya tertarik dengan denah gambar retro house. saya rencana akan bangun rumah dengan luas tanah 180. namun luas bangunan rencana yang mau dibangun 75-90.

  2. You’re actually a good webmaster. The web site loading pace is incredible. It sort of feels that you’re doing any distinctive trick. Also, The contents are masterpiece. you have performed a excellent process on this topic!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s