Rencana Pembangunan Jembatan Selat Sunda

Rencana pembangunan jembatan selat sunda tentunya banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. selain itu juga memiliki sisi positif dan negatifnya tergantung dilihat dari sudut pandang mana. Rencana Pembangunan Jembatan ini semakin santer terdengar setelah muncul peristiwa panjangnya antrian truk2 yang mau menyebrang ke sumatera namun kapal-kapal Feri yang biasanya digunakan untuk sarana transportasi penyeberangan menjadi tak memadai.

Bahkan kerugian ditaksir miliaran rupiah akibat dari keterlambatan selama sekitar 1 minggu pengiriman barang dari dan ke Sumatera. bagaimana tidak, karena pengiriman seperti sayur mayur, buah-buahan, bahan-bahan makanan yang memiliki masa kadaluarsa menjadi tak dapat dijual atau dipakai karena keterlambatan tersebut. sayur dan buah banyak yang menjadi busuk. antrian truk yang antri untuk menyeberang bahkan samapai belasan kilometer berdasarkan info dari media televisi.

karena hal inilah kembali santer terdengar pembangunan jembatan selat sunda. karena sebenarnya rencana pembangunan jembatan ini sudah lama direncanakan namun masih mengalami beberapa kendala. diharapkan pembangunan jembatan selat sunda ini mampu meniru kesuksesan pembangunan jembatan Suramadu yang menghubungkan antara pulau jawa khususnya kota Surabaya dengan pulau Madura. diperkirakan dengan adanya jembatan penyeberangan ini diharapkan mampu meningkatkan dan menggairahkan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, karena di satu sisi pengiriman barang-barang menjadi lebih mudah, lebih cepat dan tentunya lebih murah.

terlepas dari banyaknya sisi positif yang bisa didapat dari keberadaan jembatan penyeberangan antar pulau, namun tahukah kita semua bahwa keberadaan jembatan penyeberangan juga menyimpan sisi negatif. yaitu,

01. karena akan dibangunnya jembatan penyeberangan, tentunya mau tidak mau ada beberapa lahan warga yang harus dibebaskan, hal ini bisa menjadi dilema bagi pemerintah sendiri, karena ada beberapa oknum masyarakat yang memanfaatkan hal ini untuk meraup keuntungan pribadi. seperti tidak mau memberikan lahannya asal diberikan ganti rugi yang tinggi, dsb. Tentunya tidak semua masyarakat Indonesia seperti itu.

02. dengan adanya jembatan penyeberangan, tentunya akan mempermudah pengiriman barang, nah jika hal ini tidak diimbangi oleh pengawasan dari pihak kepolisian, tentu saja hal ini dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai niat tidak baik. seperti misalnya pengiriman barang-barang narkotika. kita tentunya sudah banyak yang tahu, bahwa bahan-bahan narkoba banyak dipasok dari pulau sumatera. kita coba bayangkan semisal jika tidak diimbangi oleh pengawasan dari pihak kepolisian, tentunya narkoba bisa keluar-masuk seenaknya dari pulau Sumatera, dan tentunya kita semua tidak menginginkan hal tersebut. menurut pengalaman saya yang pernah melintasi jembatan

Suramadu, waktu itu saya menaiki mobil bersama dengan 5 orang teman lainnya, begitu masuk pintu gerbang pembayaran tiket untuk melintas, tak ada yang namanya pemeriksaan apapun. hanya membayar Rp. 30 ribu lalu tinggal lewat begitu saja, kendaraan patroli hanya mengawasi dan menindak para pengendara yang berhenti secara sengaja di jembatan untuk sekedar berfoto-foto ria di jembatan. Nah saya hanya membayangkan menjadi seorang pengedar narkoba, maka 1 mobil penuh bisa saya isi dengan narkoba untuk saya kirim ke Madura. hehehe…bakal untung berapa ya?hehehe…

03. lalu bagaimana dengan kendala-kendala seperti Bencana Alam?Gempa?Tsunami?bukankah negara kita termasuk dalam “ring of fire” gunung berapi?maka hal ini juga patut untuk dipertimbangkan. kita ambil contoh saja yang telah dibangun di Suramadu, ketika angin berhembus sangat kencang saja otomatis pengendara sepeda motor dilarang untuk melintas

terlepas dari pro kontra pembangunan jembatan selat Sunda, saya mendukung saja kalau untuk perkembangan negara tercinta kita Indonesia..

Spesifikasi Jembatan :

- Panjang 29 kilometer

- Lebar 60 meter

- Jalan mobil 2 x 3 meter

- Jalan sepeda motor dan pejalan kaki 2 x 1 meter

- Double track kereta di tengah

- Lokasi 50 kilometer dari Gunung Krakatau

- Desain tahan gempa dan tsunami

- Melintasi tiga pulau: Prajurit, Sangiang, dan Ular.

- Terdiri atas dua jembatan gantung berbentang ultrapanjang: 3,5 km dan 7 km.

- Terdiri atas tiga jembatan konvensional berbentang 6–7,5 km.

- Kapasitas maksimum 160 ribu kendaraan per hari dan 31.318 orang per hari

- Barang seperti batu bara sekitar 1,75 juta ton per tahun atau 4,7 ribu ton per hari

Sumber: Bappeda Lampung

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s