Mengapa Jangan kirimkan fotokopi SKA anda untuk lamaran kerja

Pemerintah sekarang semakin marak memberikan tender proyek agar roda perekonomian bangsa ini tetap bertahan. Dalam pelaksanaan tender ini, Pemerintah memberikan syarat-syarat khusus terhadap peserta tender, agar melampirkan juga fotokopi-fotokopi Staf Ahli di dalam perusahaan yang sesuai dengan kategori tender.

Yang menjadi awal masalah adalah posisi arsitek selalu dianggap berada di bawah kontraktor dalam tender tersebut dan dianggap salah satu PRASYARAT tender PELAKSANA KONSTRUKSI. Ini menyebabkan kebutuhan SKA Arsitek semakin dicari.

Kemudian masalah berkembang, yang dicari HANYA SKA-nya saja, namun arsiteknya tidak, karena arsitek hanya dianggap sebagai tukang gambar yang mahal sehingga kedudukannya sering digantikan oleh Drafter non-arsitek.

Hal yang memberatkan para peserta tender dalam memenuhi PRASYARAT ini adalah SKA Arsitek sangat jarang (alasan kenapa “jarang” adalah topik yang berbeda). Akhirnya praktek yang terjadi adalah kontraktor menjadi terbiasa untuk memfotokopikan berulang-ulang SKA Arsitek yang entah dari mana sumbernya untuk dilampirkan ke dalam dokumen tender mereka sebagai status “Staf Ahli” (aspal).

Ketika nama-nama SKA yang beredar mulai umum dikalangan para pemain tender, mulailah dicari sumber baru  namun dengan cara tidak baik. Membuka lamaran pekerjaan, disertai dengan persyaratan foto kopi SKA. Pelamar Kerja tidak diterima. Tetapi foto kopi SKA itu tentu saja diterima dengan dengan baik. Bisa ditebak dengan mudah, yang terjadi kemudian adalah mengulangi praktek penggandaan sertifikat itu secara ilegal.

Oleh karena itu, IAI menghimbau:

  • Permintaan foto kopi SKA bagi para pelamar kerja adalah SALAH, karena resiko kemungkinan penyalahgunaan dokumen tersebut sangat besar.
  • Pemenuhan persyaratan pelamar “memiliki SKA” hanya boleh dilakukan dengan “menunjukkan aslinya ketika wawancara kerja, tanpa meninggalkan fotokopinya”.
  • Fotokopi SKA hanya dapat diberikan per tender dengan memberikan notifikasi maksud fotokopi tersebut, dan/atau Anda menjadi bagian dalam kontrak kerja.

Semoga hal ini menjadi perhatian bagi rekan-rekan Arsitek Profesional sekalian, karena kasus duplikasi SKA sudah terjadi berulang kali, bahkan telah terjadi pada arsitek senior dalam kasus yang berbeda.

Q : trus klo kita pernah diajak mngerjakan proyek sbg staff ahli n pernah mfotokopi SKA kita utk suatu perusahaan, bagaimana kita tau klo SKA kita tidak akan di salah gunakan di kemudian hari? ada solusi utk ini?

A : Sadarilah bahwa SKA adalah sebuah alat Anda yang sangat penting dalam mencari proyek/pekerjaan.
Seperti halnya sertifikat tanah, memahaminya seperti itu, berarti juga memperlakukannya seperti itu.

Contohnya:
Setiap fotokopi lebih baik diberi tanda/marking (stempel pribadi mungkin lebih baik), mengenai bagian tulisan atau tanda tangan, bahwa fotokopi tersebut “Difotokopi untuk keperluan tender Proyek A“. Posisinya yang sulit untuk di Tip-Ex. Kemudian paraf dan tanggal.

Jadi selain Proyek A, maka fotokopi tersebut akan sulit untuk dipakai lagi.
Kalau mau tender lagi, berikan lagi fotokopi yang baru.
Dengan demikian, Anda akan tahu kemana fotokopi SKA Anda beredar.

Hal ini memang masih baru diketahui oleh rekan-rekan sekalian.
Jika masih bisa, tarik lagi semua fotokopi SKA Anda yang pernah beredar.
Bisa Anda katakan bahwa nanti akan diberikan yang baru di setiap tender proyek.
Jangan lupa untuk menghancurkan yang lama.

EDIT: jangan sampai, Anda merenung kenapa sulit mencari proyek, padahal nama Anda sedang beredar dimana-mana untuk tender proyek yang tidak pernah Anda ketahui dan tidak akan pernah Anda kerjakan.

 

-taken from forum IAI-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s