Siliwangi Pedestrian Bridge Design Competition 2011

TOR UPDATE TELAH TERSEDIA, 14 MEI 2011

file autocad rev 25 April 2011

FILE AUTOCAD DI ATAS TELAH DILENGKAPI BATASAN AREA PENATAAN

I. LINGKUP SAYEMBARA

A. PENDAHULUAN

Dimulai dengan dipancangkannya tonggak  pertama Kota Bandung 200 tahun lalu di lokasi rencana jalan nasional Grote Postweg yang strategis dan berdekatan dengan Sungai Cikapundung,  kota Bandung pada saat ini  menjadi magnet bagi masyarakat mancanegara. Sinergi dari keindahan alam, kenyamanan iklim, kekhasan arsitektur  kota, keativitas serta keramahan penduduknya menjadikan kota ini begitu diminati pengunjung.

Bandung berkembang sebagai kota pendidikan dengan teknologi sebagai tulang punggungnya. Penduduknya memiliki bakat unggulan yang menyebar terkenal  secara nasional dan internasional serta sifat toleran dari warganya memungkinkan berkembangnya gagasan baru yang inovatif. Segala kelebihan tersebut  menjadi energi bagi Kota Bandung untuk maju menjadi kota internasional. Berbagai kegiatan pembangunan dan event berskala internasional dilaksanakan, sehingga meningkatkan citra Kota Bandung sebagai kota  terbuka. Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan pada tahun 1955 menjadi sebuah milestone bahwa Bandung adalah kota dunia.

Image kota bertaraf internasional, menyebabkan produk dan jasa  kreatif yang berlabel Kota Bandung terasa lebih berkelas dibanding produk dari tempat lain. Produk fashion dan kuliner Bandung memiliki kualitas yang sangat dihargai konsumennya hingga mancanegara. Bandung saat ini berkembang menjadi pusat daerah tujuan wisata dengan  fashion dan  kuliner  sebagai daya tarik utama selain sebagai kota pendidikan. Obyek wisata belanja dan pusat  aktivitas lainnya terutama terkonsentrasi pada kawasan utara kota. Nama kawasan Dago, Riau, Sukajadi, Cipagati, Setiabudi, Ciumbuleuit, Cihampelas, dlsb terdengar sangat familiar bagi para pengunjung kota.

Selain jumlah wisatawan yang hadir ke Bandung semakin bertambah yang mengakibatkan beban sarana prasarana kota menjadi tidak memadai, setiap tahun sejumlah besar pelajar juga pindah memadati kota Bandung.  Beban kota menjadi berat dan berdampak pada berbagai sarana kota termasuk mempengaruhi Sungai Cikapundung. Ironisnya warga kota maupun para pengunjung kurang memperhatikan kondisi lingungan Kota Bandung yang sebagian besar terletak di daerah aliran Sungai Cikapundung.  Keberadaan Sungai Cikapundung sering terabaikan oleh warga dan pendatang. Dampak  negatif atas sungai Cikapudung diantaranya adalah : kualitas air sungai yang menjadi sumber air baku PDAM Kota Bandung menurun  karena pencemaran limbah cair dan sampah.  Kawasan yang awalnya merupakan kebun pembibitan dan hutan kota berubah menjadi perumahan liar sampai tepian sempadan sungainya. Akibatnya estetika kota menurun dan lebih jauh lagi berdampak pada penurunan tingkat kesehatan fisik  masyarakat. Lembah Sungai Cikapundung merupakan karakter wajah kota Bandung yang khas.

Oleh karena itu, gerakan untuk menata Sungai Cikapundung menjadi sangat penting dan genting untuk dilaksanakan.  bagi kawasan belanja di sekitarnya dan juga bagi citra besar Kota Bandung. Gerakan ini harus bersifat masif, serta dibutuhkan energi yang sangat besar. Dukungan yang harus digalangpun berskala besar. Keterlibatan berbagai pihakpun sangat dibutuhkan. Dengan begitu kampanye yang dibutuhkan harus unik. Tidak hanya bersifat sporadis, temporal, dan berskala kecil. Tapi dibutuhkan pengingat bagi semua pihak yang bersifat kuat, permanen, sekaligus manusiawi, serta berbudaya Penanda yang berbentuk konstruksi ini akan diletakkan tepat di Sungai Cikapundung, di pusat kawasan yang dikunjungi, dilalui banyak manusia dan keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan alasan tersebut, terciptalah ide untuk menata ulang Jembatan Cikapundung di Jalan Siliwangi Babakan Siliwangi. Mengapa di sini? Karena di sinilah letak perlintasan para pengunjung dari sisi Cihampelas, Ciumbuleuit, Sukajadi, Setiabudi ke sisi Dago, Riau dan sebaliknya. Di sinilah letak batas antara kawasan Cikapundung yang relatif natural di hulu dengan kawasan yang terkena dampak negatif pembangunan di hilir. Di sini pula letak oase hijau kota di tengah masifnya bangunan modern.

Adanya Jembatan Cikapundung Babakan Siliwangi ini akan membuat masyarakat luas selalu mengingat keberadaan Sungai Cikapundung, Program Cikapundung Bersih, dan lebih penting lagi untuk ikut memeliharanya. Jembatan ini di masa depan akan menjadi salah satu ikon Kota Bandung. Kota yang selalu maju, menjadi trendsetter bagi lainnya dan juga kota yang mencintai lingkungannya sepanjang masa.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan Tujuan dari Penataan Jembatan Cikapundung Babakan Siliwangi ini adalah

1. Mendukung ikon penanda keberadaan Sungai Cikapundung yang menjadi inspirasi perkembangan kota

2. Mendukung  program pemerintah Kota Bandung dalam pelestarian budaya, tradisi, dan lingkungan hidup yang akan di terapkan dalam Bentuk Penataan Kawasan Jembatan Siliwangi sehingga akan berakibat meningkatnya income masyarakat sekitar karena trickle down effect penataan.

3.   Meningkatkan jati diri dan kebanggaan masyarakat Kota Bandung akan Jembatan Siliwangi yang menjadi salah satu ikon kota.

4.   Mendorong perilaku masyarakat agar lebih meningkatkan dan menjaga kebersihan sungai dan bantaran Sungai Cikapundung .

RUANG LINGKUP & LOKASI SAYEMBARA

Batasan atau delineasi kawasan perancangan adalah jembatan Jl. Siliwangi dan kawasan sekitarnya radius dengan 50 m dari titik jembatan. Batasan perancangan dapat dilihat dalam peta terlampir.

Materi sayembara:

  1. Merancang jembatan pedestrian ( jembatan untuk pejalan kaki ) di kanan dan/atau kiri jembatan yang sudah ada.
  2. Merancang kawasan sekitar jembatan sebagai taman public kota, termasuk tepian sungai yang merupakan daerah sempadan sungai.

Perancangan jembatan pedestrian dilengkapi dengan fasilitas seperti lampu penerangan, elemen estetis, tempat duduk, tempat sampah dan sebagainya. Taman kota dilengkapi dengan dermaga induk.

Perancangan jembatan pedestrian jembatan Sungai Cikapundung Babakan Siliwangi, tidak boleh mengganggu konstruksi asli jembatan. Konstruksi baru, tidak diperkenankan memberikan beban tambahan terhadap konstruksi lama.

Perancangan taman kota dilakukan di kawasan sekitar jembatan, sehingga keberadaan Sungai Cikapundung dan bantarannya secara fungsi dapat dimanfaatkan oleh warga Bandung untuk beraktifitas, dari sisi barat ke sisi timur sungai Cikapundung.

B. ARAHAN RANCANGAN SAYEMBARA, HASIL RANCANGAN YANG:

1.  Meningkatkan kualitas lingkungan alam di kawasan daerah aliran Sungai Cikapundung dan Hutan Kota ( Babakan Siliwangi )

2. Menerapkan konsep konservasi energi dengan memanfaatkan energi yang terbaharukan (solar panel) dan daur ulang atau Bahan yang ramah lingkungan.

3. Mempertimbangkan penghargaan terhadap pusaka budaya (cultural heritage) dan kearifan lokal

4.  Memadukan tata guna lahan, jaringan transportasi dan infrastruktur

5.  Memberi nilai tambah untuk menunjang fungsi pariwisata budaya dan

meningkatkan kesejahteraan masyarakat

II. TEKNIS PENYELENGGARAAN

A. SIFAT SAYEMBARA

1.   Sayembara ini terbuka untuk Warga Negara Indonesia, baik yang berdomisili di dalam negeri maupun di luar negeri,

2.   Peserta merupakan individu atau kelompok yang salah satunya memiliki kompetensi dalam perancangan lingkungan binaan (teknik sipil, arsitek, lanskap, Planologi, teknik Lingkungan, senirupa, desain dan sebagainya)

B. JENIS SAYEMBARA

1. Membuat desain jembatan pejalan kaki (pedestrian) dan desain kawasan sekitarnya.

2.  Sayembara dilangsungkan dalam 2 tahap. Setelah penjurian tahap 1 akan di pilih 10 karya terbaik untuk dikompetisikan pada tahap 2.

C. PENDAFTARAN / PENGAMBILAN BERKAS SAYEMBARA

1.   Folmulir Pendaftaran dan KAK ( Kerangka Acuan Kerja ) dapat di ambil langsung ke Sekretariat Panitia Sayembara, atau dapat di unduh melalui website http://www.bandungcompetition.com

2.   Peserta Tidak di kenakan Biaya pendaftaran

3.   Penyerahan Karya Perancangan/desain dan Formulir pendaftaran di kirim langsung atau via POS Ke Sekertariat Sayembara Jembatan Siliwangi  Alamat Jl. Saledri No 42 Bandung, 40265 telp/fax 0227306615. Formulir pendaftaran diterima pada 28 Mei 2011, Karya desain diterima pada 30 Mei – 4 Juni 2011.

4.   Batas Waktu Pendaftaran dan pengembalian formulir Tgl 28 Mei 2011

5.   Peserta akan mendapatkan nomor registrasi

D. PENGUMPULAN KARYA

Tahap I

  1. Peserta menyerahkan hasil karya perancangan meliputi :
    1. LAPORAN PERANCANGAN yang berisi falsafah/konsep/ide/gagasan secara tertulis mengenai desain penataan Kawasan Jembatan Siliwangi, dengan format :
  • Kertas A4, font 12, spasi 1,5
  • Maksimum 10 lembar dan dijilid
    • Pada lembar isi dan kulit tidak diperkenankan untuk memberikan identitas, kecuali nomor kepesertaan yang akan diberikan oleh panitia

b. Konsep perancangan meliputi :

· Rencana Lahan /site plan skala 1 : 200

· Potongan Lahan minimal 2 buah skala 1 : 200

· Detail pengolahan lahan/penataan kawasan skala menyesuaikan

· Perspektif penataan kawasan sekitar jembatan

· Denah Jembatan pedestrian skala 1 : 100

· Tampak jembatan skala 1 : 100

· Potongan jembatan skala 1 :100

· Perspektif jembatan

· Detail jembatan (skala menyesuaikan).

· Dibuat di kertas ukuran A2 susunan horizontal warna bebas dapat hitam putih atau berwarna ditempel di karton / corrugated plastik hitam

· Maksimum 5 lembar dengan panduan yang bersifat anjuran sbb :
Lembar 1 Konsep Perancangan
Lembar 2 Rencana Lahan dan potongan lahan
Lembar 3 Detail dan perspektif penataan kawasan
Lembar 4 Denah Tampak potongan Jembatan
Lembar 5 Detail dan perspektif jembatan

Identitas peserta hanya nomor registrasi yang akan diberikan oleh panitia dan halaman dengan ukuran maksimum 10 X 5 cm pada sudutkanan atas gambar

  1. Seluruh hasil karya tertulis dan gambar juga disertakan dalam bentuk soft copy yang direkam melalui media CD dengan    format pdf dan jpg.
  2. Batasan Rencana Anggaran Biaya (RAB) desain Jembatan Pedestrian dan area taman (Lanskape) 1,5 – 2 Milyard
  3. Pada Tahap I akan dinilai dan dipilih 10 karya terbaik yang selanjutnya akan diberi biaya sebesar Rp. 2.500.000 yang dipergunakan untuk memenuhi persyaratan penilaian pada Tahap II.

Tahap II

10 peserta yang dinilai menghasilkan karya terbaik pada tahap I berhak mengikuti tahap II, dengan penyusunan/pembuatan:

a.  Gambar-gambar site plan, perspektif tiga dimensi dan maket desain penataan kawasan

b. Gambar-gambar detail untuk utilitas di kawasan jembatan siliwangi seperti penataan bangunan, street furniture, street lighting, jalur pejalan kaki / non motorized, sistem persampahan, rencana vegetasi dan lainlain yang dianggap perlu.

E. RAPAT PENJELASAN

Rapat penjelasan teknis (anwijzing) diadakan pada tanggal 7 MEI 2011, pkl. 10.00 WIB, bertempat di Babakan Siliwangi.

F. KRITERIA PENILAIAN

  1. Hasil perancangan/desain mengutamakan pejalan kaki  namun tetap memberikan kelancaran bagi pengendara kendaraan bermotor secara tidak berlebihan.
  2. Hasil perancangan/desain harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar jembatan siliwangi.
  3. Penataan Jembatan tersebut juga harus mempertimbangkan kemampuan mengakomodasi kegiatan-kegiatan khusus yang secara temporer menutup ruas jalan tersebut (hanya untuk pejalan kaki).
  4. Bahan-bahan hardscape harus menggunakan bahan lokal yang memiliki ciri khas.
  5. Elemen softscape harus dipilih yang mudah pemeliharaannya, tidak boros air dan dapat mencerminkan karakter Kota Bandung.

G. HADIAH

  1. Hasil perancangan/desain mengutamakan pejalan kaki  namun tetap memberikan kelancaran bagi pengendara kendaraan bermotor secara tidak berlebihan.
  2. Hasil perancangan/desain harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar jembatan siliwangi.
  3. Penataan Jembatan tersebut juga harus mempertimbangkan kemampuan mengakomodasi kegiatan-kegiatan khusus yang secara temporer menutup ruas jalan tersebut (hanya untuk pejalan kaki).
  4. Bahan-bahan hardscape harus menggunakan bahan lokal yang memiliki ciri khas.
  5. Elemen softscape harus dipilih yang mudah pemeliharaannya, tidak boros air dan dapat mencerminkan karakter Kota Bandung.

Pemenang I                                                   75 juta rupiah + sertifikat

Pemenang 10 BESAR                                2.5 juta rupiah + sertifikat.

Pemenang 10 Besar di haruskan Membuat Maket

H. HAK CIPTA DAN STATUS PEMENANG

Hasil karya peserta merupakan hak milik PT Djarum, namun gagasan  perancangan tetap merupakan hak milik peserta sayembara, yang akan digunakan sebagai publikasi. Dan selanjutnya akan di serah terimakan kepada pemerintah Kota Bandung

I. DEWAN JURI

1.   Ayi Vivananda, MH – WAKIL WALIKOTA BANDUNG

2.   Herry Hudrasyah, MA – City Branding & Environmental

3.   Dr. Ir. Woerjantari K. Soedarsono – Architecture & environmental  design

4.   Tisna Sanjaya, M.Sch  – Budayawan

J. JADWAL SAYEMBARA

1 Pendaftaran dan Penyerahan Formulir 11 April – 28 Mei 2011
2 Penjelasan Teknis Sayembara 7 Mei 2011
3 Pengumpulan Design 30 Mei – 4 Juni 2011
4 Penjurian Tahap I 6 – 11 Juni 2011
5 Pengumuman 10 besar 13 Juni 2011
6 Persiapan pembuatan maket dan RAB 14 – 28 Juni 2011
7 Presentasi 10 besar dan penjurian 30 Juni & 1 Juli 2011
8 Pengumuman pemenang 4 Juli 2011

Untuk Term Of Reference dan Formulir Pendaftaran, dapat diunduh pada link di bawah ini:

– Mengunduh Term Of Refence (TOR) | zip file TOR

– Mengunduh Formulir Pendaftaran

File – file pendukung dapat diunduh pada link berikut:

– Mengunduh Data Objek Pendukung

– Mengunduh Data Jpg Peta Topografi | Autocad file

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s