Pameran Arsitektur Karya C. P. Wolff Schoemaker di Erasmus Huis

Undangan Pameran Arsitektur Karya C. P. Wolff Schoemaker di Erasmus Huis

Undangan
Pembukaan Pameran Arsitektur: Hidup dan Karya C.P. Wolff Schoemaker
Selasa, 5 Juli 2011 pukul 19.00 WIB
Makan malam kami sediakan

Erasmus Huis
Jl. H.R.Rasuna Said Kav. S-3
Kuningan – Jakarta 12950
Tel. 021 5241069
www.erasmushuis.org <http://www.erasmushuis.org>

Periode pameran: 5 Juli – 9 September 2011, gratis

Professor C. P. Wolff Schoemaker adalah salah satu arsitek terkemuka
Belanda yang banyak berkarya di Indonesia. Hasil karyanya berupa
bangunan-bangunan dan tulisan-tulisan mengenai kebudayaan dan arsitektur
Indonesia. Semasa hidupnya sebagai arsitek, ia juga pernah menjabat
sebagai professor dan Guru Besar di Technische Hoogeschool Bandung atau
Sekolah Tinggi Teknik Bandung (sekarang ITB).

C. P. Wolff Schoemaker mempunyai adik kandung yang juga berprofesi
sebagai arsitek, yaitu Richard Leonard Arnold (R. L. A) Schoemaker
(1886-1942), lulusan Sekolah Tinggi Teknik Delft tahun 1912. Richard
juga seorang professor arsitektur di Delft. Keluarga Schoemaker adalah
keluarga keturunan militer. Kakak dan ayahnya adalah perwira tinggi pada
angkatan darat kerajaan Belanda. Oleh karena itu, Schoemaker sempat
menjalani pendidikan Akademi Militer di Breda, Belanda.

Seperti umumnya arsitek militer, Schoemaker awalnya menggarap dan
merencanakan bangunan militer sesuai dengan standard dan model yang
telah dibakukan pemerintah Kolonial Belanda. Tapi kemudian, Wolff
Schoemaker dan adiknya, Richard Schoemaker, ketika merancang bangunan
Markas Siliwangi (kini Markas Kodam III/Siliwangi) di Jl. Aceh pada
tahun 1918, mulai berani mengungkapkan gaya arsitektur yang lebih
modern, yakni dengan memperkenalkan gaya arsitektur de stijl.

Schoemaker lebih memillih gaya arsitektur de stijl ketimbang model
standar bangunan militer yang dinilainya membosankan dan terkesan kaku.
Gaya arsitektur de stijl mulai berkembang di negeri Belanda pada masa
pasca Perang Dunia (PD) I dan banyak sekali mempengaruhi gaya bangunan
di Nusantara pada zaman itu.

Pada 1920-1938 Schoemaker mulai mengembangkan eksperimen arsitektur.
Selain gaya arsitektur Indo-Europeeschen Architectuur Stijl yang
mendominasi sebagian besar karya arsitekturnya, Schoemaker bersama
Richard Schoemaker, Ir. Rood dan G. Hendriks dengan tekun mempelajari
gaya dan karya arsitek Frank Lloyd Wright. Dari hasil eksperimen itu,
Wolff Schoemaker misalnya, mampu merancang Grand Hotel Preanger yang
dibangun kembali pada 1929 dengan gaya arsitektur Wright.

Karena begitu banyaknya bangunan karya Wolff Schoemaker dan Richard
Schoemaker di kota Bandung, maka tidak berlebihan bila maestro arsitek
Belanda Dr. H. P. Berlage menyebut Bandung sebagai “Kotanya Schoemaker
Bersaudara ” dan Semarang adalah “Kotanya Thomas Karsten”.

Karya Wolff Schoemaker paling terkenal adalah: Jaarbeurs (Kologdam),
Concordia (Gedung Merdeka), Grand Hotel Preanger, Bethel Church, St.
Petruschurch (Geredja katedral) and Villa Isola, semua di Bandung.

Pameran ini diadakan dalam rangka peluncuran buku ‘Tropical Modernity,
Life and work of C.P. Wolff Schoemaker’ oleh Jan van Dullemen.

Villa Isola, Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s