info: arsitektur perkereta apian

wan kawan, Setelah mengambil kesimpulan dari thread2 sebelah dan membaca gong dari bu DK yang bikin tersenyum, saya ingin memulai halaman baru untuk saling berbagi info teknis yang sulit kita pelajari dari buku. Terinspirasi dari pak Komang yang rajin meng-update kita dengan info akustik. Mudah2an memancing rekan2 untuk berbagi tips mengenai proyek2 teknis mereka a.l rumah sakit, bandara, pelabuhan dsb. Saya menulis bukan sok ahli, tapi sekedar berbagi mumpung malam minggu, keluarga sudah tertidur di depan layar perak dan saya masih kancilen. Sekalian niat beramal jariyah siapa tahu membantu adik2 yang sedang TA. Monggo para juragan saya di-CMIIW (correct me if I’m wrong..). Ask thousand beforehand (Nyuwun sewu sakderengipun)
==============================

Dalam arsitektur bangunan perkereta apian (railway infrastructure) faktor terpenting adalah rail alignment. Pensejajaran rel, adalah penentuan posisi dan ketinggian permukaan trek kereta kereta berbanding tanah sekitar. Ini penting, karena  fungsi utama ilmu arsitektur di proyek kereta api adalah penyambungan titik sirkulasi dari penumpang, kendaraan beroda, dan gerbong kereta. Ringkasnya, ketinggian rel menentukan ketinggian anjungan/platform. Platform kemudian menentukan ketinggian concourse (bahasa= terminal?). Terminal kemudian disambungkan oleh ramp, tangga, lift, escalator dsb. Menentukan ketinggian itu sangat penting karena menyangkut keselamatan.
Manusia berjalan dengan persepsi ketinggian dalam benaknya. Ketika kita berjalan di bebatuan terjal tentu berbeda dengan berjalan di atas tegel mulus. Di atas bebatuan kita akan lebih berhati2 karena takut terkilir, tersandung dan tergelincir. Di sebuah stasiun padat penuh manusia komuter, orang akan berlalu lalang tanpa bisa banyak berfikir dan melihat ke bawah. Perbedaan 20mm saja sudah cukup untuk membuat orang tersandung. Kita bisa membayangkan cedera yang mungkin terjadi. Tentunya PJKA akan menerima keluhan bahkan tuntutan hukum, yang akhirnya jatuh ke meja si arsitek malang (bukan AREMA lho).


Berikutnya masih dalam hal pensejajaran (alignment) adalah penentuan structural gauge. Karena selain vertical alignment, kita perlu juga menjamin horizontal alignment. Structural gauge adalah amplop ruang yang dilalui oleh kereta. Caranya adalah menentukan lebar dan tinggi gerbong dan kemudian di-extrude mengikuti rail alignment di atas. Ini penting karena pada posisi berhenti jarak antara kereta dan platform tidak boleh terlalu lebar sehingga kaki penumpang bisa terjebak/ jatuh. Biasanya maksimal adalah 100mm, dikompensasi dengan bibir karet pada pintu kereta 60mm sehingga jarak yang tersisa adalah hanya 40mm maksimal. Tentunya ini mudah dicapai jika rel lurus2 saja. Tapi di sebuah stasiun kereta api urban modern, banyaknya jalur kereta kadang memaksa platform berkelok. Ketika rel berkelok maka faktor cant (kemiringan tikungan) dan curve (kurva) harus dihitung untuk menghindari gesekan dengan badan kereta. Intinya jarak badan kereta ke platform tak boleh lebih tak boleh kurang, baik di posisi kereta bergerak maupun berhenti.
Setelah perencanaan platform/landasan selesai, berikutnya masalah utilitas dan servis bangunan. Di sebuah stasiun kereta, tentunya terdapat ribuan kabel signal, pengaturan, komunikasi, listrik arus kuat dan lemah dan banyak pipa drainase dsb. Masing2 servis harus diberi struktur perlindungan karena banyaknya kendaraan berat yang mungkin melintasinya. Di sini peran arsitek akan teruji untuk bekerja sama dengan konsultan2 bidang lain untuk mengkoordinasi penempatan garis servis (service line). Di sini teknologi clash detection BIM dan Navisworks sangat membantu mevisualisasikan permasalahan2 yang ada. Tentunya semakin ramai/ tua sebuah stasiun, semakin sulit pula mengidentifikasi servis apa saja yang terkubur di bawah tanah. Makin sulit pula melakukan perencanaan konstruksi tanpa menghambat kinerja stasiun sehari2.
Setelah rambu2 perancangan ini tercapai, kita bisa melanjutkan detail perancangan dari tahap konsep. Intinya adalah menyambung node dan moda transportasi dan sirkulasi. Simulasi lalu lintas dilakukan untuk menentukan titik cubit (pinch points) yang berpotensi menghambat sirkulasi. Lebar minimum koridor harus terpenuhi mencegah tragedi mina kecil di stasiun tsb. Saya rasa tak perlu membahas teori perencanaan di sini karena kebanyakan kita pernah mempelajari di bangku kuliah. Namun intinya, sebelum garis pensil menjadi garis plotter, sebaiknya semua kapasitas dan fungsi sudah terhitung dan terakomodasi.
Setelah semua kriteria teknis terpenuhi, barulah kita bisa mulai berfikir yang indah2 AKA kosmetik. Dalam memilih bahan penyelesaian (finishing), sebaiknya kita tetap memilih bahan2 yang aman, maintenance rendah dan memenuhi persyaratan ketahanan dalam siklus hidup stasiun tsb. Dalam merancang lantai, penting meletakkan tactile indicator (tegel bertonjol2 untuk membantu orang buta dan cacat) dan lantai dengan indeks ketahanan kelicinan (slip resistance rating) yang memenuhi standar. Dalam memilih permukaan dinding kita harus berhati2 agar segala rambu dan tanda jalan penumpang cukup jelas dilihat dan dibaca. Makin sedikit orang tersesat makin sukses sebuah stasiun.
Terakhir adalah kosmetik exterior kita bisa memilih struktur2 modern yang melambangkan dinamika dan keteraturan sebuah stasiun. Seringkali kita terbuai akan indahnya bentukan sketchup dan rendering dari timnya Hadid dan Foster, kita lupa bahwa yang terpenting di industri kita adalah kepuasan pengguna. Betapa tebalnya kosmetik, jika pemakainya dasarnya kurang indah hasilnya akan kalah dengan si cantik proporsional walau tanpa kosmetik. Functional form is beautiful.
semoga bermanfaat dan memancing diskusi teknis selanjutnya,
wassalam, ario

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s